![]() |
| Pemeriksaan mata kepada Pelajar yang telah diberikan kacamata dan pencocokan kacamata yang mereka gunakan. |
Mata adalah salah satu alat indra manusia, yang membuat kita dapat
melihat benda-benda yang disinari oleh cahaya. Sahabat Koran kecil di Sekolah,
sebaiknya menjaga mata, baik dengan mengurangi tetapan langsung pada televisi,
bermain game, membaca sambil tidur atau hal lainnya yang dapat merusak mata.
Karena pentingnya mata, maka Helen Keller Internasional (HKI) dan Standard Chartered Bank, menggerakkan
seluruh karyawannya untuk membantu Pelajar dan Guru dalam pemeriksaan mata
mereka.
Oleh: Wiwin Edwin
Bertempat di Sekolah dasar inpres (SDI) Pajjaiang, Kecamatan
Biringkanayya, Kota Makassar. Helen Keller Internasional (HKI) di Indonesia dan
Standard Chartered Bank melakukan pemeriksaan mata kepada 5 sekolah dasar di Biringkanayya,
2.173 Pelajar dan 104 Guru. Program ini adalah bagian dari inisiatif Seeing is Believing (SiB) yang merupakan
komitmen Standard Chartered Bank untuk meningkatkan kesehatan mata dan
pencegahan kebutaan di Masyarakat.
Ternyata ada banyak pelajar yang umur sekolah dasar, matanya
telah minus atau tidak dapat melihat dengan baik. Untuk mengatasi hal tersebut,
maka Standard Chartered Bank melakukan pemeriksaan mata dan memberikan kacamata
kepada pelajar dan guru di SDI Pajjaiang (09/03).
Ibu Iie Sri Rejeki saat ditemui mengatakan bahwa program ini
adalah program pertama yang dilakukan di kota Makassar dan akan dievaluasi
untuk dilanjutkan ke depannya, karena tidak dapat diketahui bahwa penyakit mata
hanya dimiliki oleh Pelajar dan Guru di Kecamatan Biringkanayya saja, tentunya
masih banyak sekolah lainnya yang mengalami hal tersebut. “kami telah melakukan
beberapa tahap, dan hari ini (sabtu, 09/03) adalah tahap pemberian dan
pengetesan kacamata, kami sangat kasian jika anak-anak sekolah dasar sudah
memiliki mata minus atau rabun, bagaimana kalau mereka besar nantinya. Maka
dari itu, kami (Standard Chartered Bank) dan HKI membantu anak dalam program
SiB ini.” Jelas Ibu Iis Srie Rejeki, Sustainability
Manager Standard Chartered Bank.
Sebelumnya sudah ada 20.000 pelajar yang telah dibantu dalam
program SiB ini, dimana fokus utama adalah Jakarta dan Jawa Timur. Namun tidak
menutup kemungkinan untuk difokuskan di Sulawesi Selatan. Tahap yang dilakukan
oleh HKI dan Standard Chartered Bank adalah pemeriksaan mata dan pemberian
kacamata, setelah pemberian kacamata mereka melakukan pemeriksaan ulang untuk
mengetahui apakah kacamata mereka telah cocok, atau mata mereka memang
mengalami gangguan lainnya, selain rabun.
Ibu Widya Prasetyanti, Eye
Health Operations Manager HKI sangat mengkhawatirkan tentang penyakit mata
pada anak, ada 285 juta anak yang telah memiliki gangguan mata yang perlu
diperhatikan, maka dari itu HKI, Standard Chartered Bank bersama lembaga
lainnya terus bergerak untuk mencegah kebutaan, dimana telah diketahui bahwa
HKI saat ini sangat peduli tentang anak berkebutuhan khusus. Namun, penyakit
mata juga adalah hal yang perlu penanganan khusus, “saat ini sudah banyak anak
yang memiliki penyakit mata, dimana masyarakat sebenarnya tidak mengetahui
bahwa informasi yang direkam di otak kita, 83 persen berasal dari mata. Maka
dari itu sangat penting untuk menjaga kesehatan matasejak dini.” Jelas ibu
Widya Prasetyanti.
Ada banyak hal yang dapat dilakukan untuk menghindari
penyakit mata sejak dini. Yaitu, dengan mengkonsumsi vitamin A, atau sayuran
dan buah-buahan yang mengandung vitamin A. Teman-teman perlu mewaspadai
penyakit mata ini, jika terjadi hal-hal dalam melihat sesuatu, beritahukan
kepada Orang Tua atau periksa ke Dokter.(win)
.jpg)
.jpg)
0 komentar:
Posting Komentar