Senin, 18 Maret 2013

Cegah Penyakit Mata Sejak Dini



Pemeriksaan mata kepada Pelajar yang telah diberikan kacamata dan pencocokan kacamata yang mereka gunakan.


Mata adalah salah satu alat indra manusia, yang membuat kita dapat melihat benda-benda yang disinari oleh cahaya. Sahabat Koran kecil di Sekolah, sebaiknya menjaga mata, baik dengan mengurangi tetapan langsung pada televisi, bermain game, membaca sambil tidur atau hal lainnya yang dapat merusak mata. Karena pentingnya mata, maka Helen Keller Internasional (HKI) dan Standard Chartered Bank, menggerakkan seluruh karyawannya untuk membantu Pelajar dan Guru dalam pemeriksaan mata mereka.

Oleh: Wiwin Edwin

Bertempat di Sekolah dasar inpres (SDI) Pajjaiang, Kecamatan Biringkanayya, Kota Makassar. Helen Keller Internasional (HKI) di Indonesia dan Standard Chartered Bank melakukan pemeriksaan mata kepada 5 sekolah dasar di Biringkanayya, 2.173 Pelajar dan 104 Guru. Program ini adalah bagian dari inisiatif Seeing is Believing (SiB) yang merupakan komitmen Standard Chartered Bank untuk meningkatkan kesehatan mata dan pencegahan kebutaan di Masyarakat.

Ternyata ada banyak pelajar yang umur sekolah dasar, matanya telah minus atau tidak dapat melihat dengan baik. Untuk mengatasi hal tersebut, maka Standard Chartered Bank melakukan pemeriksaan mata dan memberikan kacamata kepada pelajar dan guru di SDI Pajjaiang (09/03). 

Ibu Iie Sri Rejeki saat ditemui mengatakan bahwa program ini adalah program pertama yang dilakukan di kota Makassar dan akan dievaluasi untuk dilanjutkan ke depannya, karena tidak dapat diketahui bahwa penyakit mata hanya dimiliki oleh Pelajar dan Guru di Kecamatan Biringkanayya saja, tentunya masih banyak sekolah lainnya yang mengalami hal tersebut. “kami telah melakukan beberapa tahap, dan hari ini (sabtu, 09/03) adalah tahap pemberian dan pengetesan kacamata, kami sangat kasian jika anak-anak sekolah dasar sudah memiliki mata minus atau rabun, bagaimana kalau mereka besar nantinya. Maka dari itu, kami (Standard Chartered Bank) dan HKI membantu anak dalam program SiB ini.” Jelas Ibu Iis Srie Rejeki, Sustainability Manager Standard Chartered Bank. 

Sebelumnya sudah ada 20.000 pelajar yang telah dibantu dalam program SiB ini, dimana fokus utama adalah Jakarta dan Jawa Timur. Namun tidak menutup kemungkinan untuk difokuskan di Sulawesi Selatan. Tahap yang dilakukan oleh HKI dan Standard Chartered Bank adalah pemeriksaan mata dan pemberian kacamata, setelah pemberian kacamata mereka melakukan pemeriksaan ulang untuk mengetahui apakah kacamata mereka telah cocok, atau mata mereka memang mengalami gangguan lainnya, selain rabun.

Ibu Widya Prasetyanti, Eye Health Operations Manager HKI sangat mengkhawatirkan tentang penyakit mata pada anak, ada 285 juta anak yang telah memiliki gangguan mata yang perlu diperhatikan, maka dari itu HKI, Standard Chartered Bank bersama lembaga lainnya terus bergerak untuk mencegah kebutaan, dimana telah diketahui bahwa HKI saat ini sangat peduli tentang anak berkebutuhan khusus. Namun, penyakit mata juga adalah hal yang perlu penanganan khusus, “saat ini sudah banyak anak yang memiliki penyakit mata, dimana masyarakat sebenarnya tidak mengetahui bahwa informasi yang direkam di otak kita, 83 persen berasal dari mata. Maka dari itu sangat penting untuk menjaga kesehatan matasejak dini.” Jelas ibu Widya Prasetyanti. 

Ada banyak hal yang dapat dilakukan untuk menghindari penyakit mata sejak dini. Yaitu, dengan mengkonsumsi vitamin A, atau sayuran dan buah-buahan yang mengandung vitamin A. Teman-teman perlu mewaspadai penyakit mata ini, jika terjadi hal-hal dalam melihat sesuatu, beritahukan kepada Orang Tua atau periksa ke Dokter.(win)

Penyerahan kacamata secara simbolik oleh Bapak Antonius Cahyo Santoso, Kepala Cabang Standard Chartered Bank Makassar, yang dihadiri pula oleh Bapak Nurdin Rasyid dari Dinas Pendidikan dan Bapak Khaidin dari Dinas Kesehatan Kota Makassar.


0 komentar: