Jumat, 30 Januari 2009

Berkenalan dengan siswi jerman melalui dunia maya





oleh : Wiwin Edwin

Bukan secara kebetulan, bermain internet adalah hal yang sangat menarik bagi sebagian pelajar dan juga termasuk saya, banyak hal yang didapatkan dengan mengenal dunia maya tersebut. Browsing mencari data-data yang diperlukan untuk menambah pengetahuan dan mencari sebuah informasi, catting melakukan pembicaraan lewat internet lewat ketikan kata-kata. Selain itu kita juga bisa bertukar informasi lewat catting. Karena ingin menambah pengetahuan, tanpa sengaja menambah pula sahabat, sahabat jauh yang ku kenal dalam dunia maya.
Mencoba menggali informasi tentang rasa penasaran akan hal pendidikan, menambah ilmu dan sekalian mengerjakan tugas, dengan sengaja mengenal Ines Brungert, siswi hight school yang berasal asal jerman tepatnya di kota Hannover, dia adalah teman baru yang kukenal dari teman lain yang ada di friendster listku.
Saat mendapatkan emailnya ku coba catting dengannya, mulai dengan kalimat-kalimat bahasa inggris yang tidak terlalu bagus kata temanku, sayapun catting dengannya, namun saat ia mengetahui bahwa saya berasal dari indonesia, ia kemudian menggunakan bahasa indonesia yang sangat baik, tidak ada kata yang salah kulihat dari ketikannya, bahkan bahasa gaul yang digunakan oleh remaja indonesia diapun mengetahuinya, banyak hal yang ku tanyakan tentang jerman yang penuh dengan bangunan kononya itu, selain itu saya juga adalah orang yang kagum dengan jerman terlebih tentang sejarah perang dunia keduanya.
Terus menerus kucoba mengali informasi, ternyata ia pernah tinggal di Indonesia selama 11 bulan. Ines yang merupakan warga jerman pernah berada di indonesia, karena saat itu dia diterima sebagai siswi yang akan melakukan bina antar budaya, kemudian dari kegiatan itu Ines diberikan pilihan tentang Negara mana yang dia akan pilih sebagai tempat bina antar budaya tersebut, Indonesia jadi pilihan siswi asal jerman ini. Selama 11 bulan ines tinggal di Indonesia tepatnya di daerah karawang dan dengan nada tertawa iapun mengatakan bahwa karawang adalah daerah yang panas.
Tidak serta-merta Ines memilih Indonesia ternyata dia juga memiliki keluarga yang ada di karawang. Tidak ingin melupakan tujuan utamaku tentang hal pendidikan khususnya pendidikan yang ada di jerman, ku coba bertanya tentang sistem pendidikan disana, ternyata di jerman tingkat sekolah dasar hanya sampai empat tahun, sekolah menengah pertama selama enam tahun dan sekolah menengah atas selama tiga tahun, sayapun tertarik dengan pernyataannya tersebut, yang ternyata berbeda dengan sistem pendidikan yang ada di Indonesia tentang tingkatan-tingkatan yang ada.
Siswa yang sekarang duduk di bangku SMA kelas dua ini sangat menyukai Indonesia, karena masyarakatnya yang baik dan tentang kebudayaan yang asli yang ada di Indonesia. Hingga saat ini saya masih catting dengan dia, namun untuk catting dengan dia, saya harus menunggu malam hari karena perbedaan waktu yang sangat jauh yaitu lima jam. Membuatku menunggu sampai malam hari yang dimana di daerahnya watu siang hari dan waktu yang dia gunakan utuk catting adalah waktu dimana dia selesai studi di sekolahnya, suatu waktu dia pernah mengatakan sama saya bahwa dia akan masuk perguruan tinggi dan mengambil jurusan bahasa Indonesia, agar bisa kembali ke Indonesia dan dapat menjadi orang yang menghubungkan negaranya dengan Indonesia.
Saat catting dengannya kucoba bertanya tentang makanan kesukaannya, ternyata dia menyukai Spageti asli jerman dan asli buatan ibunya. Tidak ingin kalah dengannya sayapun mengenalkan Coto Makassar yang terbilang hebat di daerah saya. Kami pernah catting bahwa bila dipertemukan nanti, kami akam bertukar makanan yang enak dari masing-masing daerah.

0 komentar: